<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>RIZA OKTIVIANA</title>
	<atom:link href="http://rizasmedaka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rizasmedaka.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2009 04:36:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rizasmedaka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>RIZA OKTIVIANA</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rizasmedaka.wordpress.com/osd.xml" title="RIZA OKTIVIANA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rizasmedaka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>WANITA MUSLIMAH</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/wanita-muslimah/</link>
		<comments>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/wanita-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 04:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizaoktiviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizasmedaka.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[A.CIRI WANITA MUSLIMAH Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah : 1. Bertakwa. 2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=20&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">A.CIRI WANITA MUSLIMAH</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya <span> </span>wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">1. Bertakwa.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">2. Beriman kepada Allah,      Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan      beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak      disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan      Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan      Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah      seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia      mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Ikhlas beribadah semata-mata kepada      Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut      terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan      bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala      kenikmatan yang diberikan kepadanya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha      memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak      orang dan berdoa kepada Allah semata.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi      mungkar pada keluarga dan masyarakat.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga,      anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap      hewan ternak yang dia miliki.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Menyambung tali persaudaraan terhadap      orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada      dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Berinfak, baik ketika lapang maupun      dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Adil dalam segala perkara dan bersikap      adil terhadap seluruh makhluk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> Menjaga lisannya dari perkataan      dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Menepati janji dan amanah yang      diberikan kepadanya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Berbakti kepada kedua orang tua.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Menyambung silaturahmi dengan karib      kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:&quot;">Allah Ta’ala berfirman : <em><span style="font-family:&quot;">“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.”</span></em> (QS. An Nisa’ : 13)<span class="MsoHyperlink"> </span></span></p>
<p><span class="MsoHyperlink"><span style="font-family:&quot;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="MsoHyperlink"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">B.</span></span><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki</span></strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align:justify;">وَمَاخَلَقْتُ<span style="font-family:&quot;"> </span>الجِنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَ<span style="font-family:&quot;"> </span>الإِنْسَ<span style="font-family:&quot;"> </span>إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ<span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”</span></em><span style="font-family:&quot;"> (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align:justify;">وَلَيْسَ<span style="font-family:&quot;"> </span>الذَّكَرُ<span style="font-family:&quot;"> </span>كَالأنْثَى<span style="font-family:&quot;"> <em><span style="font-family:&quot;">“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.”</span></em> (Qs. Ali Imran: 36)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah <em><span style="font-family:&quot;">radhiyallahu ‘anha</span></em> berkata: <em><span style="font-family:&quot;">“Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?”</span></em> Maka turunlah ayat yang artinya, <em><span style="font-family:&quot;">“Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…”</span></em> (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">C.Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab</span></strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:</span></p>
<p style="text-align:justify;">وَلا<span style="font-family:&quot;"> </span>يُبْدِينَ<span style="font-family:&quot;"> </span>زِينَتَهُنَّ</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” </span></em><span style="font-family:&quot;">(Qs. An-Nuur: 31)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">D.CARA MENGASAH INNER BEAUTY</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Pertama, <strong>berfikiran positif.</strong> Berfikir positif pada diri sendiri dan juga pada orang lain. Muslimah yang berfikiran positif diyakini dapat membuat wajah lebih bersinar karena yang ada di dalam hati dan pikiran terpancar melalui wajah dan mata. Jangan menyesali kekurangan diri, lebih baik berfikir bahwa manusia memiliki kekurangan dan juga kelebihan.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Kedua, <strong>rasa Syukur.</strong> Rasa syukur juga membuat kita terhindar dari penyakit hati. Bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan karena pada dasarnya Allah sudah menciptakan fisik kita sedemikian sempurnanya. Rasa syukur akan membuat batin terasa lebih tentram. Biasakan juga untuk mengulurkan bantuan dengan ikhlas bagi orang yang membutuhkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Ketiga, <strong>mengasah kemampuan intelektual.</strong> Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas akan membuat wanita muslimah memiliki nilai tambah tersendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Keempat, hal yang tidak kalah pentingnya adalah <strong>SENYUM (^_^). </strong>Karena senyum yang tulus dapat meluluhkan ketegangan jiwa dan membuat wajah lebih bersinar. <em>Hiks!</em> Senyumnya asal jangan disalah artikan saja yaa…..</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizasmedaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizasmedaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizasmedaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizasmedaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizasmedaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizasmedaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizasmedaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizasmedaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizasmedaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizasmedaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizasmedaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizasmedaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizasmedaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizasmedaka.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=20&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/wanita-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53ad036d6ee08fd7689547d24360b6f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizaoktiviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Sholat</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/tentang-sholat/</link>
		<comments>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/tentang-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 04:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizaoktiviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizasmedaka.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Adab Membaca Al-Qur’an Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Subhanahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=15&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="font-family:&quot;color:fuchsia;"><span style="text-decoration:underline;">A</span><span style="text-decoration:underline;">. Pengertian <a title="Taut Tetap ke Adab Membaca Al-Qur’an" href="http://akhlaqmuslim.wordpress.com/2007/02/09/adab-membaca-al-qur%e2%80%99an/"><span style="color:fuchsia;">Adab Membaca Al-Qur’an</span></a></span></span></h2>
<p class="postmeta" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh <em><span style="font-family:&quot;">Subhanahu wa Ta’ala </span></em>yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh <em><span style="font-family:&quot;">Subhanahu wa Ta’ala</span></em>. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi <em><span style="font-family:&quot;">shollallohu ‘alaihi wa sallam</span></em>, yang artinya: <em><span style="font-family:&quot;">“Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”</span></em> (HR: Bukhari) </span></p>
<p class="postmeta" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Al Qur&#8217;an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur&#8217;an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur&#8217;an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur&#8217;an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur&#8217;an adalah firman Allah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Sisi keajaiban lain dari Al Qur&#8217;an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala: </span></p>
<p class="ayet" style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 48:27) </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur&#8217;an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab &#8220;titik terendah&#8221; disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari Allah yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur&#8217;an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur&#8217;an bukanlah perkataan manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur&#8217;an &#8220;Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur&#8217;an ? Kalau kiranya Al Qur&#8217;an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur&#8217;an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Dan Al Qur&#8217;an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 6:155) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan: </span></p>
<p class="hyg" style="text-align:justify;"><span class="ayetler"><span style="font-family:&quot;">ahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Kami telah menurunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.&#8221; (Q.s. an-Nisa&#8217;: 174-75). </span></span><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="hyg" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Namun demikian, kebanyakan manusia, meskipun mereka sanggup memecahkan masalah yang sangat sulit, memiliki pemahaman dan mampu mempraktikkan filsafat yang sangat membingungkan, ternyata tidak mampu memahami hal-hal yang jelas dan sederhana yang terdapat dalam al-Qur&#8217;an. Sebagaimana tetah dijelaskan dalam buku ini, persoalan ini merupakan rahasia yang penting. Di samping tidak mampu memahami sifat dunia yang sementara, hari demi hari orang-orang seperti ini semakin dekat kepada kematian yang tak dapat dielakkan. Rahasia-rahasia dalam al-Qur&#8217;an merupakan rahmat bagi orang beriman, dan di sisi lain, al-Qur&#8217;an memberikan ancaman bagi orang-orang kafir, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Allah menjelaskan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:</span></p>
<p class="hyg" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="ayetler"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Dan Kami turunkan dari al-Qur&#8217;an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur&#8217;an itu hanyalah menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim.&#8221; (Q.s. al-Isra&#8217;: 82).</span></span></p>
<p class="hyg" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Buku ini membicarakan tentang persoalan-persoalan yang berhubungan dengan ayat-ayat yang telah diwahyukan Allah kepada manusia sebagai suatu rahasia. Ketika seseorang membaca ayat-ayat ini, dan perhatiannya tertuju kepada rahasia-rahasia yang terkandung dalam ayat ini, maka yang harus ia lakukan adalah berusaha mengetahui maksud Allah di balik berbagai peristiwa, lalu memikirkan segala sesuatunya berdasarkan al-Qur&#8217;an. Maka, orang-orang pun akan menyadari dengan kesadaran yang mendalam tentang rahasia-rahasia tersebut, sehingga al-Qur&#8217;an akan mengendalikan kehidupan mereka dan kehidupan orang lain.</span></p>
<p class="hyg" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Semenjak orang bangun pada pagi hari, wujud dari rahasia-rahasia yang diciptakan Allah ini dapat dilihat. Untuk memahami rahasia-rahasia ini, yang ia perlukan hanyalah selalu memperhatikannya, berpaling kepada Allah, dan bertafakur. Maka, ia akan menyadari bahwa hidupnya sama sekali tidak tergantung pada hukum-hukum yang merugikan sebagaimana yang dipakai banyak orang, dan ia akan menyadari bahwa satu-satunya kekuasaan dan hukum yang dapat dipercaya hanyalah hukum Allah. Ini merupakan rahasia yang sangat penting. Tidak ada kebaikan di dalam aturan-aturan dan praktik-praktik yang digunakan kebanyakan orang selama berabad-abad yang dianggap sebagai kebenaran yang pasti. Sesungguhnya, orang-orang ini telah tertipu. Kebenaran adalah apa yang dinyatakan dalam al-Qur&#8217;an. Siapa pun yang membaca al-Qur&#8217;an dengan ikhlas, lalu memikirkan berbagai peristiwa berdasarkan al-Qur&#8217;an dan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah, ia akan melihat dengan jelas rahasia-rahasia ini. Perbuatan inilah yang akan memberikan pemamahan yang lebih baik bahwa Allah adalah Yang Maha Esa Yang mengendalikan setiap makhluk, hati, dan pikiran, sebagaimana pernyataan Allah dalam sebuah ayat:</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="ayetler"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur&#8217;an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?&#8221; (Q.s. Fushshilat: 53).</span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizasmedaka.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizasmedaka.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizasmedaka.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizasmedaka.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizasmedaka.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizasmedaka.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizasmedaka.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizasmedaka.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizasmedaka.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizasmedaka.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizasmedaka.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizasmedaka.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizasmedaka.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizasmedaka.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=15&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/tentang-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53ad036d6ee08fd7689547d24360b6f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizaoktiviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sholat Dan Hukumnya</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/sholat-dan-hukumnya/</link>
		<comments>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/sholat-dan-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizaoktiviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizasmedaka.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Shalat. Shalat ibadah yg demikian utama ini ternyata banyak yg meninggalkannya. Sebagian besar memang dilatari kemalasan namun tdk sedikit yg mengingkari kewajibannya. Yang disebut belakangan kebanyakan menjangkiti sebagian dari mereka yg belajar “Islam” ke negara-negara Barat. Shalat sebagaimana yg kita ketahui merupakan tiang agama seperti dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm haditsnya: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=12&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">A. Pengertian Shalat.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Shalat ibadah yg demikian utama ini ternyata banyak yg meninggalkannya. Sebagian besar memang dilatari kemalasan namun tdk sedikit yg mengingkari kewajibannya. Yang disebut belakangan kebanyakan menjangkiti sebagian dari mereka yg belajar “Islam” ke negara-negara Barat.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Shalat sebagaimana yg kita ketahui merupakan tiang agama seperti dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm haditsnya:<br />
</span>رَأْسُ<span style="font-family:&quot;"> </span>اْلأَمْرِ<span style="font-family:&quot;"> </span>اْلإِسْلاَمُ،<span style="font-family:&quot;"> </span>وَعَمُوْدُهُ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةُ،<span style="font-family:&quot;"> </span>وَذَرْوَةُ<span style="font-family:&quot;"> </span>سَنَامِهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْجِهَادُ<span style="font-family:&quot;"> </span>فِي<span style="font-family:&quot;"> </span>سَبِيْلِ<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهِ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Pokok dari perkara ini adl Islam tiang adl shalat dan puncak adl jihad fi sabillah.”<br />
Secara bahasa shalat berarti doa dgn kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
</span>وَصَلِّ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَيْهِمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>إِنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلاَتَكَ<span style="font-family:&quot;"> </span>سَكَنٌ<span style="font-family:&quot;"> </span>لَهُمْ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Shalatlah utk mereka krn sesungguh shalatmu adl ketenangan1 bagi mereka.”<br />
Makna “bershalatlah utk mereka” adl berdoalah utk mereka.2<br />
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
</span>إِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>دُعِيَ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَحَدُكُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَلْيُجِبْ،<span style="font-family:&quot;"> </span>فَإِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>كَانَ<span style="font-family:&quot;"> </span>مُفْطِرًا<span style="font-family:&quot;"> </span>فَلْيَطْعَمْ،<span style="font-family:&quot;"> </span>وَإِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>كَانَ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَائِمًا<span style="font-family:&quot;"> </span>فَلْيُصَلِّ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Apabila salah seorang dari kalian diundang mk hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Bila ia dlm keadaan tdk berpuasa hendaklah ia makan . Namun bila ia sedang berpuasa mk hendak ia mendoakan tuan rumah.”<br />
Ibadah yg disyariatkan ini dinamakan dgn nama doa/shalat krn tercakup di dalamdoa-doa.<br />
Adapun makna shalat dlm syariat adl peribadatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn ucapan dan perbuatan yg telah diketahui diawali dgn takbir dan diakhiri dgn salam disertai syarat-syarat yg khusus dan dgn niat.<br />
Ibnu Qudamah rahimahullahu menyatakan bila dlm syariat disebutkan perkara shalat atau hukum yg berkaitan dgn shalat mk shalat ini dipalingkan dari makna secara bahasa kepada pengertian shalat secara syar’i3.<br />
Shalat ini hukum wajib menurut Al-Qur`an As-Sunnah dan ijma’ kaum muslimin.<br />
Dari Al-Qur`an kita dapatkan kewajiban antara lain dalam:<br />
</span>وَمَا<span style="font-family:&quot;"> </span>أُمِرُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>إِلاَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>لِيَعْبُدُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهَ<span style="font-family:&quot;"> </span>مُخْلِصِيْنَ<span style="font-family:&quot;"> </span>لَهُ<span style="font-family:&quot;"> </span>الدِّيْنَ<span style="font-family:&quot;"> </span>حُنَفَاءَ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَيُقِيْمُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَيُؤْتُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الزَّكَاةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَذَلِكَ<span style="font-family:&quot;"> </span>دِيْنُ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْقَيِّمَةِ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Tidaklah mereka itu diperintah kecuali agar mereka beribadah kepada Allah dgn mengikhlaskan agama untuk dlm keadaan hanif dan agar mereka menegakkan shalat serta membayar zakat. Yang demikian itu adl agama yg lurus.”<br />
Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
</span>إِنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>كَانَتْ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَى<span style="font-family:&quot;"> </span>الْمُؤْمِنِيْنَ<span style="font-family:&quot;"> </span>كِتَابًا<span style="font-family:&quot;"> </span>مَوْقُوْتًا<span style="font-family:&quot;"><br />
“Sesungguh shalat itu adl kewajiban yg ditentukan waktu atas orang2 yg beriman.”<br />
Dari As-Sunnah shalat termasuk rukun Islam yg tersebut dlm hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:<br />
</span>بُنِيَ<span style="font-family:&quot;"> </span>اْلإِسْلاَمُ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَى<span style="font-family:&quot;"> </span>خَمْسٍ<span style="font-family:&quot;">: </span>شَهَادَةِ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>لاَ<span style="font-family:&quot;"> </span>إِلَهَ<span style="font-family:&quot;"> </span>إِلاَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهُ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَأَنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>مُحَمَّدًا<span style="font-family:&quot;"> </span>رَسُوْلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَإِقاَمِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَإِيْتَاءِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الزَّكَاةِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَالْحَجِّ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَصَوْمِ<span style="font-family:&quot;"> </span>رَمَضَانَ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Islam dibangun di atas lima perkara yaitu syahadat laa ilaaha illallah dan Muhammadan Rasulullah menegakkan shalat menunaikan zakat haji dan puasa Ramadhan.”<br />
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz radhiyallahu ‘anhu saat mengutus ke negeri Yaman utk mendakwahkan Islam kepada ahlul kitab yg tinggal di negeri tersebut:<br />
</span>فَأَعْلِمْهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهَ<span style="font-family:&quot;"> </span>افْتَرَضَ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَيْهِمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>خَمْسَ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلَوَاتٍ<span style="font-family:&quot;"> </span>فِي<span style="font-family:&quot;"> </span>كُلِّ<span style="font-family:&quot;"> </span>يَوْمٍ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَلَيْلَةٍ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Ajarkanlah kepada mereka bahwa Allah memfardhukan kepada mereka lima shalat dlm sehari semalam.”<br />
Dari sisi ijma’ umat ini telah sepakat akan wajib shalat lima waktu sehari semalam. tdk ada seorang pun yg menentang kewajiban sampai-sampai ahlul bid’ah pun mengakui kewajibannya.<br />
Ibadah yg satu ini memiliki banyak faedah yg tdk terbatas baik dari sisi agama maupun dunia. Ibadah ini sangat bermanfaat bagi kesehatan memberi dampak positif dlm hubungan kemasyarakatan dan keteraturan hidup . Di dlm pun tercakup banyak macam ibadah. Selain doa di dlm terdapat dzikrullah ada tilawah Al-Qur`an berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala ruku’ sujud tasbih dan takbir. Karena shalat merupakan induk/ puncak ibadah badaniyyah .</span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">B.Penyebutan Shalat dlm Al-Qur`an</span></strong><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Banyak sekali ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yg menyebutkan tentang shalat. Terkadang digabungkan penyebutan dgn dzikir seperti dlm ayat berikut ini:<br />
</span>إِنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>تَنْهَى<span style="font-family:&quot;"> </span>عَنِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْفَحْشَاءِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَالْمُنْكَرِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَلَذِكْرُ<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَكْبَرُ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Sesungguh shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar dan utk mengingat Allah dgn banyak.”<br />
</span>وَأَقِمِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>لِذِكْرِي<span style="font-family:&quot;"><br />
“Tegakkanlah shalat utk mengingat-Ku.”<br />
Terkadang penyebutan digandengkan dgn zakat seperti dlm ayat:<br />
</span>وَأَقِيْمُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَآتُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الزَّكَاةَ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”<br />
Terkadang pula digandengkan dgn kesabaran:<br />
</span>وَاسْتَعِيْنُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>بِالصَّبْرِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَالصَّلاَةِ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong kalian.”<br />
Dan lain sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Keutamaan Shalat dan Kedudukan dlm Islam<br />
Shalat yg selalu kita kerjakan tiap hari memiliki kedudukan yg besar dan agung dlm agama ini. Ibadah yg mulia ini disyariatkan pada seluruh umat tdk hanya pada umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Maryam ibunda ‘Isa ‘alaihissalam:<br />
</span>يَا<span style="font-family:&quot;"> </span>مَرْيَمُ<span style="font-family:&quot;"> </span>اقْنُتِي<span style="font-family:&quot;"> </span>لِرَبِّكِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَاسْجُدِي<span style="font-family:&quot;"> </span>وَارْكَعِي<span style="font-family:&quot;"> </span>مَعَ<span style="font-family:&quot;"> </span>الرَّاكِعِيْنَ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Wahai Maryam taatilah Rabbmu sujud dan ruku’lah bersama orang2 yg ruku’.”<br />
Hal ini menunjukkan penting keberadaan shalat juga krn shalat merupakan penghubung antara seseorang dgn Rabbnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima kewajiban ibadah ini langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa perantara pada malam Mi’raj di Sidratul Muntaha di langit ketujuh sekitar tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah.<br />
Begitu penting shalat ini sampai-sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan utk menjaga baik di waktu muqim maupun di waktu safar baik dlm keadaan aman maupun dlm keadaan mencekam seperti situasi perang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
</span>حَافِظُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَى<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلَوَاتِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَالصَّلاَةِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْوُسْطَى<span style="font-family:&quot;"> </span>وَقُوْمُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>لِلهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>قَانِتِيْنَ<span style="font-family:&quot;">. </span>فَإِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>خِفْتُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَرِجَالاً<span style="font-family:&quot;"> </span>أَوْ<span style="font-family:&quot;"> </span>رُكْبَانًا<span style="font-family:&quot;"> </span>فَإِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>أَمِنْتُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَاذْكُرُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهَ<span style="font-family:&quot;"> </span>كَمَا<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَّمَكُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>مَا<span style="font-family:&quot;"> </span>لَمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>تَكُوْنُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>تَعْلَمُوْنَ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Jagalah oleh kalian semua shalat dan jagalah pula shalat wustha . Berdirilah krn Allah dlm shalat kalian dgn khusyu’. Jika kalian dlm keadaan takut mk shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kalian telah aman sebutlah/ingatlah Allah sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kalian apa yg belum kalian ketahui.”<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mengancam orang2 yg menyia-nyiakan shalat:<br />
</span>فَخَلَفَ<span style="font-family:&quot;"> </span>مِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>بَعْدِهِمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>خَلْفٌ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَضَاعُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَاتَّبَعُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الشَّهَوَاتِ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَسَوْفَ<span style="font-family:&quot;"> </span>يَلْقَوْنَ<span style="font-family:&quot;"> </span>غَيًّا<span style="font-family:&quot;"><br />
“Lalu datanglah setelah mereka pengganti yg jelek yg menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu mk mereka kelak akan menemui kesesatan.”<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:<br />
</span>فَوَيْلٌ<span style="font-family:&quot;"> </span>لِلْمُصَلِّيْنَ<span style="font-family:&quot;">. </span>الَّذِينَ<span style="font-family:&quot;"> </span>هُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلاَتِهِمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>سَاهُوْنَ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Maka celakalah orang2 yg shalat yaitu mereka yg melalaikan shalat mereka.”<br />
Yang perlu diketahui shalat ini merupakan kewajiban pertama yg harus ditunaikan seorang hamba setelah ia mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana hal ini ditunjukkan dlm ayat:<br />
</span>فَإِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>انْسَلَخَ<span style="font-family:&quot;"> </span>اْلأَشْهُرُ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْحُرُمُ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَاقْتُلُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الْمُشْرِكِيْنَ<span style="font-family:&quot;"> </span>حَيْثُ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَجَدْتُمُوْهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَخُذُوْهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَاحْصُرُوْهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَاقْعُدُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>لَهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>كُلَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>مَرْصَدٍ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَإِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>تَابُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>وَأَقَامُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَآتَوُا<span style="font-family:&quot;"> </span>الزَّكَاةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَخَلُّوا<span style="font-family:&quot;"> </span>سَبِيْلَهُمْ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Apabila telah habis bulan-bulan Haram bunuhlah orang2 musyrikin itu di mana saja kalian menjumpai mereka tangkaplah mereka kepung dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dari kesyirikan mereka dan mendirikan shalat serta menunaikan zakat mk berilah kebebasan kepada mereka utk berjalan.”<br />
Shalat yg dikerjakan dgn benar akan mencegah dari perbuatan kemungkaran:<br />
</span>إِنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةَ<span style="font-family:&quot;"> </span>تَنْهَى<span style="font-family:&quot;"> </span>عَنِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْفَحْشَاءِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَالْمُنْكَرِ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Sesungguh shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”<br />
Mengerjakan shalat juga akan menghapuskan kesalahan-kesalahan. Karena shalat merupakan kebajikan utama sementara kebajikan akan menghapus kejelekan:<br />
</span>إِنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْحَسَنَاتِ<span style="font-family:&quot;"> </span>يُذْهِبْنَ<span style="font-family:&quot;"> </span>السَّيِّئَاتِ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Sesungguh kebaikan-kebaikan akan menghapuskan kesalahan-kesalahan.”<br />
Di antara bukti yg menunjukkan bahwa shalat merupakan amalan yg tinggi dan utama bila dibandingkan amalan-amalan lain adl Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang seseorang melakukan sampai ia mencuci anggota-anggota wudhu ditambah dgn memerhatikan kebersihan badan seluruhnya. Demikian pula pakaian dan tempat shalat harus suci/bersih dari kotoran/najis. Bila tdk mendapatkan air atau udzur utk menggunakan mk ia dapat mengganti dgn tayammum.<br />
Banyak hadits yg menyebutkan keutamaan dan tinggi kedudukan shalat dlm agama ini di antaranya:<br />
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
</span>أَوَّلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>مَا<span style="font-family:&quot;"> </span>يُحَاسَبُ<span style="font-family:&quot;"> </span>بِهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْعَبْدُ<span style="font-family:&quot;"> </span>يَوْمَ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْقِيَامَةِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةُ،<span style="font-family:&quot;"> </span>فَإِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلُحَتْ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلُحَ<span style="font-family:&quot;"> </span>سَائِرُ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَمَلِهِ،<span style="font-family:&quot;"> </span>وَإِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَسَدَتْ<span style="font-family:&quot;"> </span>فَسَدَ<span style="font-family:&quot;"> </span>سَائِرُ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَمَلِهِ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Amalan yg pertama kali dihisab dari seorang hamba adl shalatnya. Bila shalat baik mk baik pula seluruh amal sebalik jika shalat rusak mk rusak pula seluruh amalnya.”<br />
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
</span>أَرَأَيْتُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>لَوْ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>نَهْرًا<span style="font-family:&quot;"> </span>بِبَابِ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَحَدِكُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>يَغْتَسِلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>فِيْهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>كُلَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>يَوْمٍ<span style="font-family:&quot;"> </span>خَمْسًا،<span style="font-family:&quot;"> </span>مَا<span style="font-family:&quot;"> </span>تَقُوْلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>ذَلِكَ<span style="font-family:&quot;"> </span>يُبْقِي<span style="font-family:&quot;"> </span>مِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>دَرَنِهِ؟<span style="font-family:&quot;"> </span>قَالُوْا<span style="font-family:&quot;">: </span>لاَ<span style="font-family:&quot;"> </span>يُبْقِي<span style="font-family:&quot;"> </span>مِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>دَرَنِهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>شَيْئاً<span style="font-family:&quot;">. </span>قَالَ<span style="font-family:&quot;">: </span>فَذَلِكَ<span style="font-family:&quot;"> </span>مَثَلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلَوَاتِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْخَمْسِ<span style="font-family:&quot;"> </span>يَمْحُو<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهُ<span style="font-family:&quot;"> </span>بِهِنَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْخَطَايَا<span style="font-family:&quot;"><br />
“Apa pendapat kalian bila ada sebuah sungai di depan pintu salah seorang dari kalian di mana dlm tiap hari ia mandi di sungai tersebut sebanyak lima kali apa yg engkau katakan tentang hal itu apakah masih tertinggal kotoran padanya?” Para sahabat menjawab “Tentu tdk tertinggal sedikitpun kotoran padanya.” Rasulullah bersabda “Yang demikian itu semisal shalat lima waktu. Allah menghapus kesalahan-kesalahan dgn shalat tersebut.”</span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">C.Jumlah Shalat Fardhu</span></strong><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Shalat diwajibkan tiap malam dan siang sebanyak lima kali. Inilah yg dikatakan shalat fardhu4 atau shalat wajib. Shalat fardhu ini disebutkan dlm hadits Thalhah bin ‘Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu ia berkisah:<br />
</span>جَاءَ<span style="font-family:&quot;"> </span>رَجُلٌ<span style="font-family:&quot;"> </span>مِنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَهْلِ<span style="font-family:&quot;"> </span>نَجْدٍ<span style="font-family:&quot;"> </span>ثَائِرُ<span style="font-family:&quot;"> </span>الرَّأْسِ<span style="font-family:&quot;"> </span>يُسْمَعُ<span style="font-family:&quot;"> </span>دَوِيُّ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَوْتِهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَلاَ<span style="font-family:&quot;"> </span>يُفْقَهُ<span style="font-family:&quot;"> </span>مَا<span style="font-family:&quot;"> </span>يَقُوْلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>حَتَّى<span style="font-family:&quot;"> </span>دَنَا،<span style="font-family:&quot;"> </span>فَإِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>هُوَ<span style="font-family:&quot;"> </span>يَسْأَلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَنِ<span style="font-family:&quot;"> </span>اْلإِسْلاَمِ،<span style="font-family:&quot;"> </span>فَقَالَ<span style="font-family:&quot;"> </span>رَسُوْلُ<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلَّى<span style="font-family:&quot;"> </span>اللهُ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَيْهِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَسَلَّمَ<span style="font-family:&quot;">: </span>خَمْسُ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلَوَاتٍ<span style="font-family:&quot;"> </span>فيِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْيَوْمِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَاللَّيْلَةِ<span style="font-family:&quot;">. </span>فَقَالَ<span style="font-family:&quot;">: </span>هَلْ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَيَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>غَيْرَهُنَّ؟<span style="font-family:&quot;"> </span>قَالَ<span style="font-family:&quot;">: </span>لاَ،<span style="font-family:&quot;"> </span>إِلاَّ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>تَطَوَّعَ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Datang seorang lelaki dari penduduk Najd dgn rambut yg kusut masai terdengar pekik suara yg keras namun tdk dapat dipahami apa yg ia katakan hingga ia mendekat. Ternyata ia berta tentang Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ‘Shalat lima waktu sehari semalam.’ Orang itu berta lagi ‘Apakah ada shalat lain yg wajib aku tunaikan selain shalat lima waktu tersebut?’ Beliau menjawab ‘Tidak kecuali bila engkau hendak mengerjakan shalat tathawwu’ ’.”<br />
Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu berkata “Hadits ini menunjukkan tentang shalat yg difardhukan kepada para hamba .”<br />
Lima shalat yg diwajibkan tersebut adl shalat Subuh Zhuhur Ashar Maghrib dan ‘Isya. Kelima shalat ini hukum fardhu ‘ain dibebankan kepada tiap muslim yg mukallaf laki2 ataupun perempuan orang merdeka ataupun budak. Di sana ada pula shalat yg hukum fardhu kifayah yaitu shalat jenazah. Shalat ini hanya dibebankan kepada orang yg hadir di tempat tersebut bila sudah ada yg menunaikan mk gugurlah kewajiban bagi yg lain</span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">D.Kepada Siapa Shalat Ini Diwajibkan?</span></strong><span style="font-family:&quot;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Shalat diwajibkan kepada tiap muslim yg mukallaf yakni yg telah baligh dan berakal. Adapun orang yg belum baligh dan tdk berakal gugurlah dari kewajiban tersebut. Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:<br />
</span>رُفِعَ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْقَلَمُ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>ثَلاَثَةٍ<span style="font-family:&quot;">: </span>عَنِ<span style="font-family:&quot;"> </span>النَّائِمِ<span style="font-family:&quot;"> </span>حَتَّى<span style="font-family:&quot;"> </span>يَسْتَيْقِظَ،<span style="font-family:&quot;"> </span>وَعَنِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الْمُبْتَلَى<span style="font-family:&quot;"> </span>حَتَّى<span style="font-family:&quot;"> </span>يَبْرَأَ،<span style="font-family:&quot;"> </span>وَعَنِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّبِيِّ<span style="font-family:&quot;"> </span>حَتَّى<span style="font-family:&quot;"> </span>يَكْبُرَ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Diangkat pena dari tiga golongan: orang yg tidur sampai ia bangun orang gila sampai kembali akal atau sadar dan anak kecil hingga ia besar.”<br />
Dengan demikian orang yg tidur dan pingsan orang gila dan anak kecil tdk dibebankan kewajiban shalat atas mereka sampai hilang penghalang yg ada. Yakni orang yg tertidur telah bangun dari tidur orang yg pingsan telah siuman dari pingsan orang gila telah pulih dari sakit gila atau telah kembali akal sedangkan anak kecil telah datang masa baligh di antara dgn tanda mimpi basah bagi anak laki2 dan haid bagi anak perempuan5.<br />
Digugurkan kewajiban shalat ini dari wanita yg sedang haid dan nifas. Bahkan haram bagi mereka mengerjakan shalat sampai suci dari haid atau nifas. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ada yg berta sebab kaum wanita dikatakan kurang agama dan akalnya:<br />
</span>أَلَيْسَ<span style="font-family:&quot;"> </span>إِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>حَاضَتْ<span style="font-family:&quot;"> </span>لَمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>تُصَلِّ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَلَمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>تَصُمْ،<span style="font-family:&quot;"> </span>فَذَلِكَ<span style="font-family:&quot;"> </span>نُقْصَانُ<span style="font-family:&quot;"> </span>دِيْنِهَا<span style="font-family:&quot;"><br />
“Bukankah jika wanita itu haid ia tdk melaksanakan shalat dan tdk puasa. mk itulah yg dikatakan kurang agamanya6.”<br />
Terhadap shalat yg mereka tinggalkan dlm masa keluar darah tersebut tdk ada keharusan utk mengganti di hari yg lain saat suci berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika ada seorang wanita berta kepadanya: “Apakah salah seorang dari kami harus mengqadha shalat bila telah suci dari haid?” Aisyah pun berta dgn nada mengingkari: “Apakah engkau wanita Haruriyah? Kami dulu haid di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun beliau tdk memerintahkan kami utk mengganti shalat.”</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Faedah</span></span><span style="font-family:&quot;"><br />
Orang yg tertidur atau lupa hingga terluputkan shalat wajib dari mk ia mengerjakan shalat yg luput tersebut ketika terbangun atau ketika ia ingat. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
</span>مَنْ<span style="font-family:&quot;"> </span>نَسِيَ<span style="font-family:&quot;"> </span>صَلاَةً<span style="font-family:&quot;"> </span>فَلْيُصَلِّ<span style="font-family:&quot;"> </span>إِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>ذَكَرَهَا<span style="font-family:&quot;"><br />
“Siapa lupa dari mengerjakan satu shalat mk hendaklah ia kerjakan shalat tersebut ketika ingat.”<br />
Dalam riwayat Muslim :<br />
</span>إِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>رَقَدَ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَحَدُكُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَنِ<span style="font-family:&quot;"> </span>الصَّلاَةِ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَوْ<span style="font-family:&quot;"> </span>غَفَلَ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَنْهَا<span style="font-family:&quot;"> </span>فَلْيُصَلِّهَا<span style="font-family:&quot;"> </span>إِذَا<span style="font-family:&quot;"> </span>ذَكَرَهَا<span style="font-family:&quot;"><br />
“Apabila salah seorang dari kalian tertidur hingga luput dari mengerjakan satu shalat atau ia lupa mk hendaklah ia menunaikan shalat tersebut ketika ia ingat .”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">E.Shalat Anak Kecil</span></strong><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Walaupun anak kecil belum diwajibkan mengerjakan shalat hingga ia besar atau baligh namun dituntut dari wali agar memerintahkan si anak mengerjakan shalat ketika telah mencapai usia tujuh tahun dan menghukum dgn pukulan bila ia meninggalkan ketika telah berusia sepuluh tahun dlm rangka pengajaran dan latihan bukan krn pewajiban. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
</span>مُرُوا<span style="font-family:&quot;"> </span>أَوْلاَدَكُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>بِالصَّلاَةِ<span style="font-family:&quot;"> </span>وَهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَبْنَاءُ<span style="font-family:&quot;"> </span>سَبْعِ<span style="font-family:&quot;"> </span>سِنِيْنَ<span style="font-family:&quot;">. </span>وَاضْرِبُوْهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَلَيْهَا<span style="font-family:&quot;"> </span>وَهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>أَبْنَاءُ<span style="font-family:&quot;"> </span>عَشْرِ<span style="font-family:&quot;"> </span>سِنِيْنَ<span style="font-family:&quot;">. </span>وَفَرِّقُوْا<span style="font-family:&quot;"> </span>بَيْنَهُمْ<span style="font-family:&quot;"> </span>فِي<span style="font-family:&quot;"> </span>الْمَضَاجِعِ<span style="font-family:&quot;"><br />
“Perintahkanlah anak-anak kalian utk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila meninggalkan shalat pada saat mereka telah berusia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.”<br />
Al-Imam As-Syaukani rahimahullahu berkata “Hadits ini menunjukkan wajib memerintahkan anak kecil utk mengerjakan shalat bila mereka telah mencapai usia tujuh tahun dan mereka dipukul bila tdk mau mengerjakan pada usia sepuluh tahun.”</span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">F.Hukum Meninggalkan Shalat</span></strong><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Bila yg meninggalkan shalat tersebut tdk meyakini kewajiban shalat mk ulama sepakat bahwa orang tersebut kafir menurut nash/dalil yg ada7 dan ijma’. Namun bila meninggalkan krn malas mk ada perbedaan pendapat dlm hal ini.<br />
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata “Orang yg meninggalkan shalat krn mengingkari kewajiban mk orang itu kafir menurut kesepakatan kaum muslimin. Ia keluar dari Islam8 kecuali jika orang itu baru masuk Islam dan tdk berkumpul dgn kaum muslimin sesaatpun yg memungkinkan sampai berita tentang wajib shalat pada dlm masa tersebut. Bila ia meninggalkan shalat krn malas-malasan sementara ia meyakini akan kewajiban –sebagaimana keadaan kebanyakan manusia mereka tdk mengerjakan shalat krn malas padahal tahu hukum shalat tersebut– mk ulama berbeda pendapat dlm masalah ini9.”<br />
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">1 “Ketenangan bagi mereka” maksud kata Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “Rahmat bagi mereka.”<br />
2 Al-Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir hal. 589.<br />
3 Sehingga dlm hal ini batil dan sesatlah bila ada yg memaknakan shalat dgn doa. Akibat ia enggan mengerjakan shalat sebagaimana yg dituntunkan sembari mengatakan “Cukup bagi kita berdoa tanpa melakukan gerakan-gerakan berdiri rukuk dan sujud serta tanpa membaca bacaan-bacaan shalat.”<br />
4 Karena ada yg dinamakan shalat nafilah atau shalat tathawwu’ atau yg lbh kita kenal dgn shalat sunnah.<br />
5 Tanda-tanda baligh tdk terbatas dgn hal ini krn ada anak perempuan telah mencapai usia dewasa namun belum baligh krn mungkin ada penyakit pada diri mk masa baligh dilihat pada tanda yg lain. Demikian pula anak laki2 ada tanda baligh yg lain seperti suara berubah tumbuh rambut pada kemaluan dan sebagainya.<br />
6 Adapun wanita nifas hukum sama dgn wanita haid.<br />
7 Seperti hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ia berkata “Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">إِنَّ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">بَيْنَ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">الرَّجُلِ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">وَبَيْنَ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">الشِّرْكِ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">وَالْكُفْرِ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">تَرْكَ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">الصَّلاَةِ</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
“Sesungguh antara seseorang dgn kesyirikan dan kekufuran adl meninggalkan shalat.”<br />
8 Orang yg menentang kewajiban shalat dihukumi kafir krn ia mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ijma’ kaum muslimin.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizasmedaka.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizasmedaka.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizasmedaka.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizasmedaka.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizasmedaka.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizasmedaka.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizasmedaka.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizasmedaka.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizasmedaka.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizasmedaka.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizasmedaka.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizasmedaka.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizasmedaka.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizasmedaka.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=12&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/sholat-dan-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53ad036d6ee08fd7689547d24360b6f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizaoktiviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keimanan</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/keimanan/</link>
		<comments>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/keimanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizaoktiviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizasmedaka.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Keimanan. Pengertian Iman adalah ikrar dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan. Jadi, Iman itu mencakup tiga hal :  Ikrar dengan hati.  Pengucapan dengan lisan.  Pengamalan dengan anggota badan Jika keadaannya demikian, maka iman itu akan bisa bertambah atau bisa saja berkurang. Lagi pula nilai ikrar itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=9&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">A. Pengertian Keimanan.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Pengertian Iman adalah ikrar dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan. Jadi, Iman itu mencakup tiga hal :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Ikrar dengan hati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Pengucapan dengan lisan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Pengamalan dengan anggota badan </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Jika keadaannya demikian, maka iman itu akan bisa bertambah atau bisa saja berkurang. Lagi pula nilai ikrar itu tidak selalu sama. Ikrar atau pernyataan karena memperoleh satu berita, tidak sama dengan jika langsung melihat persoalan dengan kepala mata sendiri. Pernyataan karena memperoleh berita dari satu orang tentu berbeda dari pernyataan dengan memperoleh berita dari dua orang. Demikian seterusnya. Oleh karena itu, Ibrahim ‘Alaihis Sallam pernah berkata seperti yang dicantumkan oleh Allah dalam Al-Qur’an.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati. Allah berfirman : ‘Apakah kamu belum percaya’. Ibrahim menjawab : ‘Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya . </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Iman akan bertambah tergantung pada pengikraran hati, ketenangan dan kemantapannya. Manusia akan mendapatkan hal itu dari dirinya sendiri, maka ketika menghadiri majlis dzikir dan mendengarkan nasehat didalamnya, disebutkan pula perihal surga dan neraka ; maka imannya akan bertambah sehingga seakan-akan ia menyaksikannya dengan mata kepala. Namun ketika ia lengah dan meninggalkan majlis itu, maka bisa jadi keyakinan dalam hatinya akan berkurang.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Iman juga akan bertambah tergantung pada pengucapan, maka orang berdzikir sepuluh kali tentu berbeda dengan yang berdzikir seratus kali. Yang kedua tentu lebih banyak tambahannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Demikian halnya dengan orang yang beribadah secara sempurna tentunya akan lebih bertambah imannya ketimbang orang yang ibadahnya kurang.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Dalam hal amal perbuatan pun juga demikian, orang yang amalan dengan anggota badannya jauh lebih banyak daripada orang lain, maka ia akan lebih bertambah imannya daripada orang yang tidak melakukan perbuatan seperti dia.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Tentang bertambah atau berkurangnya iman, ini telah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Allah Ta’ala berfirman.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Artinya : Dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya . </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Artinya : Dan apabila diturunkan suatu surat, maka diantara mereka ada yang berkata : ‘Siapa di antara kamu yang bertambah imannya dengan surat ini ?’ Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya dan mereka mati dalam keadaan kafir . </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah bersabda bahwa kaum wanita itu memiliki kekurangan dalam soal akal dan agamanya. Dengan demikian, maka jelaslah kiranya bahwa iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">B. Sebab-Sebab Iman Bertambah.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Setiap kali marifatullahnya seseorang itu bertambah, maka tak diragukan lagi imannya akan bertambah pula. Oleh karena itu para ahli ilmu yang mengetahui benar-benar tentang asma’ Allah dan sifat-sifat-Nya lebih kuat imannya daripada yang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Memperlihatkan ayat-ayat Allah yang berupa ayat-ayat kauniyah maupun syar’iyah. Seseorang jika mau memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat kauniyah Allah, yaitu seluruh ciptaan-Nya, maka imannya akan bertambah. Allah Ta’ala berfirman. Artinya : Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin, dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan . Ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa jika manusia mau memperhatikan dan merenungkan alam ini, maka imannya akan semakin bertambah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Banyak melaksanakan ketaatan. Seseorang yang mau menambah ketaatannya, maka akan bertambah pula imannya, apakah ketaatan itu berupa qauliyah maupun fi’liyah. Berdzikir -umpamanya- akan menambah keimanan secara kuantitas dan kualitas. Demikian juga shalat, puasa dan haji akan menambah keimanan secara kuantitas maupun kualitas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">C. Sebab-Sebab Iman Berkurang.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Jahil terhadap asma’ Allah dan sifat-sifat-Nya. Ini akan menyebabkan berkurangnya iman. Karena, apabila mari’fatullah seseorang tentang asma’ dan sifat-sifat-Nya itu berkurang, tentu akan berkurang juga imannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Berpaling dari tafakkur mengenai ayat-ayat Allah yang kauniyah maupun syar’iyah. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya iman, atau paling tidak membuat keimanan seseorang menjadi statis tidak pernah berkembang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Berbuat maksiat. Kemaksiatan memiliki pengaruh yang besar terhadap hati dan keimanan seseorang. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : Tidaklah seseorang itu berbuat zina ketika melakukannnya sedang ia dalam keadaan beriman . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Meninggalkan ketaatan. Meninggalkan keta’atan akan menyebabkan berkurangnya keimanan. Jika ketaatan itu berupa kewajiban lalu ditinggalkannya tanpa udzur, maka ini merupakan kekurangan yang dicela dan dikenai sanksi. Namun jika ketaatan itu bukan merupakan kewajiban, atau berupa kewajiban namun ditinggalkannya dengan udzur , maka ini juga merupakan kekurangan, namun tidak dicela. Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menilai kaum wanita sebagai manusia yang kurang akal dan kurang agamanya. Alasan kurang agamanya adalah karena jika ia sedang haid tidak melakukan shalat dan puasa. Namun ia tidak dicela karena meninggalkan shalat dan puasa itu ketika sedang haid, bahkan memang diperintahkan meninggalkannya. Akan tetapi jika hal ini dilakukan oleh kaum laki-laki, maka jelas akan mengurangi keimanannya dari sisi yang satu ini.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizasmedaka.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizasmedaka.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizasmedaka.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizasmedaka.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizasmedaka.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizasmedaka.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizasmedaka.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizasmedaka.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizasmedaka.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizasmedaka.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizasmedaka.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizasmedaka.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizasmedaka.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizasmedaka.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=9&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/keimanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53ad036d6ee08fd7689547d24360b6f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizaoktiviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibadah</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/ibadah/</link>
		<comments>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 02:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizaoktiviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizasmedaka.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Ibadah. Tugas manusia di dunia adalah ibadah kepada Allah SWT. Meskipun merupakan tugas, tetapi pelaksanaan ibadah bukan untuk Allah, karena Allah tidak memerlukan apa-apa. Ibadah pada dasarnya adalah untuk kebutuhan dan keutamaan manusia itu sendiri. Ibadah (&#8216;abada : menyembah, mengabdi) merupakan bentuk penghambaan manusia sebagai makhluk kepada Allah Sang Pencipta. Karena penyembahan/pemujaan merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=6&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:fuchsia;">A. Pengertian Ibadah.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:purple;">Tugas manusia di dunia adalah ibadah kepada Allah SWT. Meskipun merupakan tugas, tetapi pelaksanaan ibadah bukan untuk Allah, karena Allah tidak memerlukan apa-apa. Ibadah pada dasarnya adalah untuk kebutuhan dan keutamaan manusia itu sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:purple;">Ibadah (&#8216;abada : menyembah, mengabdi) merupakan bentuk penghambaan manusia sebagai makhluk kepada Allah Sang Pencipta. Karena penyembahan/pemujaan merupakan fitrah (naluri) manusia, maka ibadah kepada Allah membebaskan manusia dari pemujaan dan pemujaan yang salah dan sesat.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:purple;">Dalam Islam ibadah memiliki aspek yang sangat luas. Segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, secara lahir atau batin, semua merupakan ibadah. Lawan ibadah adalah ma&#8217;syiat</span><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:fuchsia;">B. Macam-Macam Ibadah:</span></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">1. Ibadah Maghdhah (khusus)<br />
yaitu ibadah yang ditentukan cara dan syaratnya secara detil dan biasanya bersifat ritus. Misalnya : shalat, zakat, puasa, haji, qurban, aqiqah. Ibadah   jenis ini tidak banyak jumlahnya.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">2. Ibadah &#8216;Amah (Muamalah)<br />
Yaitu ibadah dalam arti umum, segala perbuatan baik manusia. Ibadah ini tidak ditentukan cara dan syarat secara detil, diserahkan kepada manusia sendiri. Islam hanya memberi perintah/anjuran, dan prisnip-prinsip umum saja. Ibadah dalam arti umum misalnya : menyantuni fakir-miskin, mencari nafkah, bertetangga, bernegara, tolong-menolong, dll.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:fuchsia;">C. Sesuatu Akan Bernilai Ibadah, Jika Memenuhi Persyaratan :</span></strong><strong></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">1. Iman kepada Allah dan Hari akhir. Karenanya amal orang kafir seperti fatamorgana.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">2. Didasari niat ikhlas (murni) karena Allah, sebagaimana hadis :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;color:purple;">Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. dan bagi segala sesuatu tergantung dari apa yang ia niatkan.</span></em></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">3. Dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:fuchsia;">D. Jenis &#8211; Jenis Ibadah</span></strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:fuchsia;">.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;color:purple;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;color:purple;">Untuk ibadah maghdhah : harus sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan Hadis, Kreativitas justru dilarang. Sehingga berlaku prinsip &#8221; <em><span style="font-family:&quot;">Segala ssesuatu dilarang, kecuali yang diperintahkan</span></em>&#8220;. Kita dilarang membuat ritus-ritus baru yang tidak ada dasarnya.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;color:purple;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;color:purple;">Untuk mu&#8217;amalah</span></span><span style="font-family:&quot;color:purple;"> : harus sesuai dengan jiwa dan prinsip prinsip ajaran Islam. Pelaksanaannya justru memerlukan kreativitas manusia. Sehingga berlaku prinsip &#8221; <em><span style="font-family:&quot;">Segala-sesuatu boleh, kecuali yang dilarang&#8221;</span></em></span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">Ibadah pada dasarnya merupakan pembinaan diri menuju <a href="http://soni69.tripod.com/Islam/aya_taqwat.htm"><span style="color:purple;">taqwa</span></a>. Setiap upaya ibadah memiliki pengaruh positif terhadap keimanan, lawanya adalah maksyiat yang berpengaruh negatif terhadap keimanan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;color:purple;">Iman bertambah dan berkurang. Bertambahnya iman dengan ibadah, berkurang karena ma&#8217;syiat (Hadis).</span></em></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:fuchsia;">E. Hikmah Ibadah.</span></strong><strong></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">- Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">- Puasa untuk mencapai taqwa. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">- Zakat untuk mensucikan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak .</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:purple;">- Haji sebagai sarana pendidikan untuk menahan diri dari perkataan dan <span> </span>perbuatan kotor. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizasmedaka.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizasmedaka.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizasmedaka.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizasmedaka.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizasmedaka.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizasmedaka.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizasmedaka.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizasmedaka.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizasmedaka.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizasmedaka.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizasmedaka.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizasmedaka.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizasmedaka.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizasmedaka.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=6&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53ad036d6ee08fd7689547d24360b6f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizaoktiviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhlaq</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/akhlaq/</link>
		<comments>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/akhlaq/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 02:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizaoktiviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizasmedaka.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Akhlaq. Akhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama’ dari “khulqu” dari bahasa Arab yang artinya perangai, budi, tabiat dan adab. Akhlak itu terbagi dua yaitu Akhlak yang Mulia atau Akhlak yang Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah) dan Akhlak yang Buruk atau Akhlak yang Tercela (Al-Ahklakul Mazmumah). Akhlak yang mulia, menurut Imam Ghazali ada 4 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=3&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;color:fuchsia;">A. Pengertian Akhlaq.</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> <span> </span>Akhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama’ dari “khulqu” dari bahasa Arab yang artinya perangai, budi, tabiat dan adab. Akhlak itu terbagi dua yaitu Akhlak yang Mulia atau Akhlak yang Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah) dan Akhlak yang Buruk atau Akhlak yang Tercela (Al-Ahklakul Mazmumah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Akhlak yang mulia, menurut Imam Ghazali ada 4 perkara; yaitu bijaksana, memelihara diri dari sesuatu yang tidak baik, keberanian (menundukkan kekuatan hawa nafsu) dan bersifat adil. Jelasnya, ia merangkumi sifat-sifat seperti berbakti pada keluarga dan negara, hidup bermasyarakat dan bersilaturahim, berani mempertahankan agama, senantiasa bersyukur dan berterima kasih, sabar dan rida dengan kesengsaraan, berbicara benar dan sebagainya. Masyarakat dan bangsa yang memiliki akhlak mulia adalah penggerak ke arah pembinaan tamadun dan kejayaan yang diridai oleh Allah Subhanahu Wataala. Seperti kata pepatah seorang penyair Mesir, Syauqi Bei: <em>&#8220;Hanya saja bangsa itu kekal selama berakhlak. Bila akhlaknya telah lenyap, maka lenyap pulalah bangsa itu&#8221;.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Akhlak yang mulia yaitu akhlak yang diridai oleh Allah SWT , akhlak yang baik itu dapat diwujudkan dengan mendekatkan diri kita kepada Allah yaitu dengan mematuhi segala perintahnya dan meninggalkan semua larangannya, mengikuti ajaran-ajaran dari sunnah Rasulullah, mencegah diri kita untuk mendekati yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar, seperti firman Allah dalam surat Al-Imran 110 yang artinya <em>“Kamu adalah umat yang terbaik untuk manusia, menuju kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah”.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Akhlak yang buruk itu berasal dari penyakit hati yang keji seperti iri hati, ujub, dengki, sombong, nifaq (munafik), hasud, suudzaan (berprasangka buruk), dan penyakit-penyakit hati yang lainnya, akhlak yang buruk dapat mengakibatkan berbagai macam kerusakan baik bagi orang itu sendiri, orang lain yang di sekitarnya maupun kerusakan lingkungan sekitarnya sebagai contohnya yakni kegagalan dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia samalah seperti mengakibatkan kehancuran pada bumi ini, sebagai mana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berarti: <em>&#8220;Telah timbul pelbagai kerusakan dan bencana alam </em>di <em>darat dan </em>di <em>laut dengan sebab apa yang telah </em>dilakukan <em>oleb tangan manusia. (Timbulnya yang demikian) karena Allah hendak merusakan mereka sebagai dari balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat)&#8221;.</em></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:fuchsia;">B. Islam Mengutamakan Akhlaq.</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;"><br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;"> Mungkin banyak diantara kita kurang memperhatikan masalah akhlak. Di satu sisi kita mengutamakan tauhid yang memang merupakan perkara pokok/inti agama ini, berupaya menelaah dan mempelajarinya, namun disisi lain dalam masalah akhlak kurang diperhatikan. Sehingga tidak dapat disalahkan bila ada keluhan-keluhan yang terlontar dari kalangan awam, seperti ucapan : “Wah udah ngerti agama kok kurang ajar sama orang tua.” Atau ucapan : “Dia sih agamanya bagus tapi sama tetangga tidak pedulian…”, dan lain-lain.<br />
Seharusnya ucapan-ucapan seperti ini ataupun yang semisal dengan ini menjadi cambuk bagi kita untuk mengoreksi diri dan membenahi akhlak. Islam bukanlah agama yang mengabaikan akhlak, bahkan islam mementingkan akhlak. Yang perlu diingat bahwa tauhid sebagai sisi pokok/inti islam yang memang seharusnya kita utamakan, namun tidak berarti mengabaikan perkara penyempurnaannya. Dan akhlak mempunyai hubungan yang erat. Tauhid merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. Semakin sempurna tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya, dan sebaliknya bila seorang muwahhid memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya.</span></p>
<p><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:fuchsia;">C. <strong>Rasul Diutus Menyempurnakan  Akhlaq.</strong></span><span style="font-family:&quot;"> <span> </span></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, rasul kita yang mulia mendapat pujian Allah. Karena ketinggian akhlak beliau sebagaimana firmanNya dalam surat Al Qalam ayat 4. bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menegaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang ada pada diri manusia, “Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.” (HR.Ahmad, lihat Ash Shahihah oleh Asy Syaikh al Bani no.45 dan beliau menshahihkannya).<br />
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan: <em>“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik budi pekertinya.”</em> (HR.Bukhari dan Muslim).<br />
Dalam hadits lain Anas memuji beliau shalallahu ‘alahi wasallam : <em>“Belum pernah saya menyentuh sutra yang tebal atau tipis lebih halus dari tangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Saya juga belum pernah mencium bau yang lebih wangi dari bau Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Selama sepuluh tahun saya melayani Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam, belum pernah saya dibentak atau ditegur perbuatan saya : mengapa engkau berbuat ini ? atau mengapa engkau tidak mengerjakan itu ?”</em> (HR. Bukhari dan Muslim).<br />
Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : <em>“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.”</em> (HR Tirmidzi, dari abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751). Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma disebutkan : <em>“Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya.”<br />
</em><br />
</span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:fuchsia;">D. <strong>Keutamaan Akhlaq.</strong></span><span style="font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat Rasulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : <em>“Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.”</em> (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Lihat Riyadus Sholihin no.627, tahqiq Rabbah dan Daqqaq).<br />
Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya, beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari abi dzar, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : <em>“Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”</em> (HR Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan, dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali).<br />
Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada akhlak yang baik, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :            <em>“ Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik.”</em> (HR. Abu Daud dan Ahmad, dishahihkan Al Bani. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535). </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Dari Jabir radhiallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : <em>“Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang paling dekat padaku majelisnya di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya.”</em> (HR. Tirmidzi dengan sanad hasan. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Lihat Ash shahihah Juz 2 hal 418-419).<br />
Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslimah mengambil akhlak yang baik sebagai perhiasannya. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu, bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena boleh jadi, yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari’at atau sebaliknya.<br />
Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at, dalam semua masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari’at ini, Maha Tahu dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hamba-Nya. Wallahu Ta’ala a’lam.</span></p>
<h2 style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></h2>
<h2 style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:fuchsia;">E. <a title="Taut Tetap ke Sifat Malu “Yang Mulia”" href="http://akhlaqmuslim.wordpress.com/2007/05/21/sifat-malu-yang-mulia/"><span style="color:fuchsia;text-decoration:none;">Sifat Malu “Yang Mulia”</span></a>.</span></h2>
<p class="postmeta" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Manusia akan hidup dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara, sebagaimana dahan akan tetap segar selama masih terbungkus kulitnya. Secara kodrat, kaum wanita sangat beruntung, dianugrahi fitrah penciptaannya  dengan rasa malu yang lebih dominan dibandingkan dengan pria. Namun, ironisnya, kini banyak sekali wanita yang justru merasa malu mempunyai sifat malu dan berusaha mencampakkan jauh-jauh sifat mulia dan terpuji itu. Sehingga, terlalu banyak kita jumpai saat ini kaum wanita yang lebih tidak tahu malu daripada laki-laki. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizasmedaka.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizasmedaka.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizasmedaka.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizasmedaka.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizasmedaka.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizasmedaka.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizasmedaka.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizasmedaka.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizasmedaka.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizasmedaka.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizasmedaka.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizasmedaka.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizasmedaka.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizasmedaka.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=3&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/27/akhlaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53ad036d6ee08fd7689547d24360b6f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizaoktiviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/21/hello-world/</link>
		<comments>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 09:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizaoktiviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=1&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizasmedaka.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizasmedaka.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizasmedaka.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizasmedaka.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizasmedaka.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizasmedaka.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizasmedaka.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizasmedaka.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizasmedaka.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizasmedaka.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizasmedaka.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizasmedaka.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizasmedaka.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizasmedaka.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizasmedaka.wordpress.com&amp;blog=7841153&amp;post=1&amp;subd=rizasmedaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizasmedaka.wordpress.com/2009/05/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53ad036d6ee08fd7689547d24360b6f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizaoktiviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
